Pernah Disangka Ledakan, Nyatanya Puting Beliung Menempa Kota Yogya

Pernah Disangka Ledakan, Nyatanya Puting Beliung Menempa Kota Yogya. Sejumlah tiga Kepala Keluarga (KK) di RW 20 Baciro, Gondokusuman sangat terpaksa mengungsi saat angin puting beliung yang menempa daerah Timoho serta sekelilingnya, Selasa (24/4/2018).

Seseorang warga yang tempat tinggalnya porak poranda karena puting beliung itu yaitu Rini Sumarso.

Beberapa besar atap tempat tinggal sisi belakang hilang.

Cuma tersisa kayu-kayu tua yang tampak rapuh.

” Atap yang hilang yaitu dibagian kamar tidur, dapur, ruangan jahit, serta kamar mandi. Sengnya bukanlah jatuh, tapi terbang serta hilang. Tidak tahu kebawa angin ke mana, ” katanya didapati di lokasi, Rabu (25/4/2018).

Ia dengan empat anggota keluarga beda juga pilih mengungsi dirumah sanak saudara di Sorowajan.

Kehadirannya Rabu pagi ke tempat tinggalnya, yaitu untuk bersihkan puing-puing dan menyelamatkan sebagian benda yg tidak terikut puting beliung.

” Kesini bersih-bersih. Kelak bila hujan sekali lagi, ngungsi sekali lagi karna ini atapnya belumlah ada, ” katanya.

Penghuni beda yang ada di samping tempat tinggal Rini, yaitu Mutrika mengakui menduga puting beliung yang menempa kampungnya itu yaitu meriam maupun bunyi ledakan beda.

” Bunyinya dar dor dar dor. Itu kan seng serta genteng yang dari atas jatuh semuanya kesini. Kami sangka bunyi ledakan, ” katanya.

Ketua Kampung Kuat Bencana (KTB) Gending, Dedi Hermawan menyebutkan kalau spesial di RW 20 ada 32 KK yang terdampak puting beliung dengan taraf enteng sampai berat.

” Itu belumlah ada penambahan (korban atau tempat tinggal tersampak) dari RW 18 serta 19. Penangannya, kami imbau warga untuk mengamankan serta menyelamatkan diri semasing dahulu, ” jelasnya.

Ia menjelaskan kalau peristiwa angin puting beliung berlangsung sekitaran jam 14. 00 dengan waktu lebih kurang 7 menit.

Kemudian, saat hujan deras dibarengi angin kencang mengguyur Kota Yogya, perlahan-lahan pusaran puting beliung itu memudar serta menghilang.

” Sesudah angin puting beliung, warga segera gotong royong untuk bersihkan serta melakukan perbaikan atap tempat tinggal yang rusak. Ada yang memakai seng atau genteng yang ada, ” ucapnya.

Dedi memberikan kalau pertolongan dari Pemerintah Kota, dalam hal semacam ini Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta baru datang saat malam hari.

” Pertolongan berbentuk 15 buah terpal, ” ucapnya. (*)

Dikutip

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!